Terima Kasih Prambanan Jazz 2022, Terima Kasih Menjelang Pagi

Selamat Hari Air – Pertama-tama untuk pembuka di tulisan ini adalah ucapan terima kasih. Terima kasih saya ucapkan untuk Prambanan Jazz 2022, khususnya untuk Menjelang Pagi yang sudah mengajak saya untuk ikut jadi tim hore di gelaran Prambanan Jazz 2022.

Ya, sebagai tim hore, ketika Menjelang Pagi punya tim, atau istilah keren nya management dengan nama tim Sederhana sebagai tim belakang layar Menjelang Pagi, nah saya yang tidak tergabung secara resmi, dapat kesempatan untuk ikut juga.

Ini bukan kali pertama saya bantu Menjelang Pagi ke luar kota, sebelumnya juga dua kali ikut ke Jogja yaitu pertama di acara Musik Tanpa Batas, yang ke dua kali nya di acara Cherry Pop. Jadi Prambanan Jazz adalah kali ke tiga saya ikut Menjelang Pagi ke Jogja.

Panggung Prambanan Jazz 2022 - blog Selamat Hari Air

Apa Hubungan Menjelang Pagi dengan Saya?

Menjelang Pagi adalah sebuah proyek musik solo Catur Ngudi L atau yang akrab dipanggil Tutung. Saya tidak ada hubungan nya dengan Menjelang Pagi, hanya saja secara personal cukup dekat dengan Tutung, kebetulan kami dulu satu band sejak nama nya The Kalestrol City, berubah menjadi VM (Vegetary Marijuana) hingga terakhir menjadi CNV (Chess N Vegetary).

Saya memutuskan untuk berhenti menjadi player band mungkin di sekitar tahun 2015-an. Namun saya tetap dekat di lingkungan musik, kebetulan juga punya proyek bernama “Bikin Pengin” yang di situ jualan rilisan fisik (CD, Kaset, Merch). Kalau ditanya hubungan Menjelang Pagi dengan saya apa? ya, Menjelang Pagi sebagai proyek musik yang harus saya dukung untuk melanjutkan semangat yang pernah dibuat di The Kalestrol City, VM, dan CNV.

Saya memang tidak ada di dalam ranah Menjelang Pagi, namun saya titipkan doa dan semangat band kami yang dulu di Menjelang Pagi. Setidaknya cita-cita pengin punya album sudah bisa direalisasikan oleh Menjelang Pagi, saya cukup lega.

Baca Juga:  Keutamaan Membaca Surat Al Waqiah

Musik Tanpa Batas

Pemenang Musik Tanpa Batas
foto bersama pemenang ajang musik Tanpa Batas bersama 3 juri

Cerita sedikit soal musik tanpa batas, sebuah ajang pencarian musisi di area Jateng & DIY yang proses kurasinya melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah pembuatan video live perform oleh semua kontestan yang diunggah di kanal youtube ikonser. Dari puluhan yang submit diambil 10 kontestan yang punya kesempatan main live di depan tiga juri, ke sepuluh kontestan tersebut adalah:

  1. KAMYADA
  2. Kamar Jiwa
  3. Larung
  4. Menjelang Pagi
  5. Satisfaith
  6. Simbah Manggung
  7. Smara Tantra
  8. The Backdoor Hours
  9. The Melting Minds
  10. Tigerpaw
10 Finalis Musik Tanpa Batas ikonser
screenshot instagram @ikonserchannel
Menjelang Pagi di Musik Tanpa Batas
Menjelang Pagi tampil di depan juri – Musik Tanpa Batas

Nah, di Musik Tanpa Batas ini lah saya ikut ke Jogja untuk ikut jadi tim hore nya Menjelang Pagi. Bahkan sempat transit di kontrakan Rumah Nenek Blekik (sebuah rumah kontrakan yang saya tempati saat masih kerja di Jogja). Nah untuk cerita perjalanan kami ke acara ini mungkin lebih asik nya di simak di kanal youtube Menjelang Pagi, kebetulan yang pegang kamera dan yang ngedit saya, heheheee:

Cherry Pop

Dari 10 yang masuk sebagai finalis Musik Tanpa Batas terpilih 4 yaitu Menjelang Pagi, Smara Tantra, Tiger Paw, dan Kamar Jiwa. 4 nama tersebut dapat kesempatan menjadi pembuka acara Cherry Pop yang digelar pada 25 Juni 2022 di Panggung Alpha Bravo Erterprise, Jl. Parangtritis Km. 5,5 Yogyakarta.

Kebetulan saya ikut lagi untuk bantu Menjelang Pagi jadi tim hore lagi bersama timsederhana. Tugas saya ketika jadi tim hore adalah sebagai berikut:

  • Bikin rame di mobil, kadang ngelucu, kadang ngracunin lagu-lagu konyol
  • Jadi penunjuk jalan, kebetulan cukup hafal jalan area Jogja
  • Jadi tukang jahil biar ga pada ngantuk
  • Nemenin orang begadang, lebih tepatnya ngajak begadang

ya sekitar itu lah tugasku ketika jadi tim hore, bonus nya bantu dokumentasi.

Baca Juga:  Ciptakan Bangunan Kokoh dan Tahan Lamo Dengan Produk Semen Baturaja

Kalaupun tidak diajak Menjelang Pagi saya bakal datang nonton acara Cherry Pop ini, kebetulan line up yang main adalah beberapa band yang saya suka, ada Silampukau dan Melbi. Tak mau melewatkan kesempatan, akhirnya kubawa beberapa koleksi CD album Silampukau dan Melancholic Bitch untuk dilegalisir alias ditanda tangani.

Album Melbi
cek koleksi lain saya di instagram #koleksiselamathariair
Foto Bareng Silampukau di Cherry Pop Jogja
legalisir a.k.a tanda tangan album Dosa, Kota, & Kenangan Silampukau sekaligus foto bareng

Di sesi signing bareng Melbi ngantri begitu panjang dan waktu sudah cukup malam, akhirnya tidak sempat foto bareng, hanya tanda tangan tiga CD album Melbi yang saya punya: Re-anamnesis, Balada Joni & Susi, dan album NKKBS Bagian Pertama.

Malam itu menjadi waktu yang menyenangkan menonton penampilan Melbi secara langsung untuk yang ke dua kali nya, untuk yang pertama di tanggal 09 Septermber 2017 yang saya tulis di sini: Akhirnya Nonton Konser NKKBS Bagian Pertama Melancholic Bitch.

Prambanan Jazz 2022

Di acara Cherry Pop di umumkan bahwa satu dari 4 band jebolan Musik Tanpa Batas berkesempatan main di Prambanan Jazz, MC Gepenk Kesana Kesini dengan suara menggelegar berteriak “Yang berkesempatan main di panggung Prambanan Jazz 2022 adalah…….. Menjelang Pagi…….”

Dari situ lah kemudian lagi-lagi saya jadi tim hore nya Menjelang Pagi untuk berangkat ke Jogja dari Banjarnegara untuk gelaran Jazz Atas Awan…. eh salah, maksudnya Prambanan Jazz.

Di Prambanan Jazz tentu menjadi pengalaman menarik bagi saya, ini kali pertama saya nonton gelaran Prambanan Jazz, dan mungkin ini cukup jadi catatan menarik dimana ada proyek musik asal Banjarnegara yang bisa main di Prambanan Jazz.

Menjelang Pagi di Prambanan Jazz 2022
sumber gambar: ig @prambananjazz

Selain bertugas jadi tim hore dan bantu dokumentasi Menjelang Pagi, saya juga sudah menyiapkan satu album yang perlu ditandatangani, yaitu album berjudul “Hari Baik” milik band SKA bernama Pingkel Standing. Loh? kok bisa di acara Jazz kok mau tanda tangan album SKA, di line-up performer juga tidak ada nama Pingkel Standing, gimana ini toh? sstttttt… sabar, jadi gini…..

Baca Juga:  Rehabilitasi Narkoba Ashefa Griya Pusaka, Sudah Pernah Dengar?

Waktu saya masih aktif menulis di INDIEGIGS MEDIA, sempet ketemu sama Mas Daru yang mungkin sekarang kalian lebih mengenalnya dengan nama Ndarboy. Kebetulan juga saya punya album “Hari Baik” yaitu proyek musik SKA nya mas Daru. Album tersebut saya dapat dari Mas Arnend (Moza Record, Semarang). Nah jadi mumpung mas Daru main sama Mas Kukuh Kudamai di Prambanan Jazz, setelah turun panggung langsung tak todong buat tanda tangan CD album band SKA nya, mas Daru agak kaget, kok bisa ada yang masih punya CD nya dan minta tanda tangan.

Foto Bareng Mas Daru Ndarboy dan album Pingkel Standing
Foto bareng Mas Daru setelah Album Hari Baik di tandatangani – di fotoin Albar
Album Hari Baik Pingkel Standing
album Hari Baik Pingkel Standing

Waktu di acara Cherry Pop ga sempet foto bareng sama Melbi, eh di Prambanan Jazz 2022 akhirnya di backstage bareng mereka, dengan sedikit canggung akhirnya ngajak foto rame-rame, salah satu nya bareng mas Ugo sang vokalis Melbi.

Foto Bareng Mas Ugo Melbi di Prambanan Jazz
yang gimbal tengah Mas Boi asal Padang, punya proyek musik Reggae juga, akhirnya ngobrol cukup panjang

Pengalaman di Prambanan Jazz begitu menyenangkan, terima kasih untuk suguhan Prambanan Jazz 2022, terima kasih Menjelang Pagi dan tim, terima kasih untuk semua yang sudah bertegur sapa di sana, semoga bisa bertemu di gelaran selanjutnya.

Menjelang Pagi di Panggung Prambanan Jazz 2022

Nge Crew Menjelang Pagi di Prambanan Jazz 2022

Penutup

Terima kasih sudah membaca hingga selesai postingan saya berjudul Prambanan Jazz 2022 ini, jika berkenan jangan lupa ikuti beberapa akun sosial media saya berikut ini: