Sial! Kenapa Baru Denger Wake Up Iris!

SELAMATHARIAIR.COM – Awal cerita dimulai dari saya sedang di kampung halaman, Banjarnegara. Dimulai dari saya siap bergegas meluncur ke kontrakan Jogja kemudian mampir ke salah satu tempat recording di Banjarnegara untuk COD-an CD Album band Banjarnegara yang belum lama ini rilis, namanya ARVAROCK. Oke, cerita perjalanan ke Jogja tak perlu saya tuliskan, langsung saja skip, langsung  ke acara Folk Tunggang Gunung #9 yang bertempat di Gg. Ramawijaya, Sembungan RT 3 Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, nama ruang yang dijadikan acara ini adalah “Ruang Gulma”. Sudah beberapa kali lihat ada acara di Ruang Gulma, namun ini baru pertama kali saya menginjakkan kaki ke Ruang Gulma, tanpa tersesat karena kini Google Maps semakin ciamik untuk memberi petunjuk arah.
Pertama kali buka map, cari Ruang Gulma, akhirnya ketemu, sambil buka sambil ngomong “lah di daerah kasongan to ? lah ini ya ga terlalu jauh dari  Froghouse tempat mas Malve dan Mas Ipin” ungkapku pada Gagah yang berangkat bareng ke Ruang Gulma untuk liat Folk Tunggang Gunung #9 , lebih tepatnya Gagah ini pengin dateng buat support Mba Ara Mutiara dari Gazebu UMP, tempat dia berproses dulu ketika di Purwokerto.
Gas meluncur ke Ruang Gulma, akhirnya sampai dan disuguhkan dengan suasana pedesaan yang masih sejuk dan nyaman. Pas sampai kok ya pas banget Mba Ara sedang perform, masih bisa nonton sekitar 2 track sebelum akhirnya usai penampilannya.
Mba Ara sedang berdendang na na na na na na na na…….
Ketika di acara musik seperti ini, di ruang-ruang kreatif, di artspace yang jauh dari hingar bingar barikada, sound ribuan watt dan minimalist atau tak terlalu crowded, ini adalah kesempatan untuk bisa benar-benar menikmati musik dan menikmati lingkungan sekitar, itu versi-ku pribadi sih, ga usah dijadiin patokan atau sampai dijadiin quote / caption yak.
Ketika Wake Up Iris! sedang prepare buat show di gelaran ini, saya mlipir ke warung buat beli air mineral, maklum anak cupu yang tidak tertarik dengan minuman beralkohol jadi ya mlipir nyari air mineral sendiri biar tetep enjoy.
Gang sebelah warung, suasana di sini adem banget
Balik ke Ruang Gulma lagi pas Wake Up Iris! sudah mulai genjrang genjreng, ini adalah pertama kali saya mendengar musik dan nonton mereka. “Wake Up Iris! enak iki lho mas, mung wong loro tapi bisa enak banget” ungkap Gagah berbisik lirih ditengah kerumunan penonton berbaju hitam. Satu hal yang entah ini hanya terjadi di skema musik independent atau dimanapun ya, tiap acara musik / seni kok hampir 90% penonton menggunakan kaos / jaket hitam ( 90% itu bukan dari hasil riset, cuma perkiraanku saja, jangan jadi sumber yak, apalagi masuk daftar pustaka skripsi-mu, jangan ! ).
Pertama kali denger Wake Up Iris! langsung jatuh cinta dengan musik dan aksi panggungnya, mengamati dan menikmati dari awal hingga akhir sembari masih tetap kagum dengan event-event kolektif di Jogja, selalu dalam hati bertanya “kalau di buat di Banjarnegara gimana ya ? seru kayaknya lhoooo”.
Wake Up Iris!
Wake Up Iris! on duty
Di beberapa part musiknya Wake Up Iris! saya membayangkan video klip Sigur Ros “Ekki múkk” yang belum lama ini saya pelajari gegara mau proses bikin video klip “Meadow of Heaven” Gardenia ( band Banjarnegara ). Nah pas lagi bayangin musiknya Sigur Ros, eh salah satu dari kerumunan pun ada yang nyletuk “wih Sigur Ros!”, loh loh loh, jebul ndak cuma saya yang bayangin di salah satu track yang dibawakan Wake Up Iris! nuansanya mirip banget Sigur Ros, kok ya pas ya ?
Wake Up Iris! hampir orgasme dengan musiknya ! menjelang akhir penampilan mereka
Oke Fix ! kali ini saya jatuh cinta dengan Wake Up Iris!
Setelah nonton dan merasa puas dengan musik yang mereka bawakan, siap-siap incar CD Albumnya, menjelang break acara saya sudah gelisah pengin beli CD-nya tapi tunggu dulu, tunggu Wake Up Iris! selesai dulu, kesempatan nonton live mereka bisa dibilang jarang lhooooo, karena mereka dari Malang, jadi mungkin agak jarang ke Jogja.
Finnaly ! CD Album AUREOLE karya Wake Up Iris! terbeli sudah, ah sial ! jajan sembarangan lagi padahal dari kontrakan sudah prepare walkman mau beli kaset pita di Pasar Niten, penginnya belanja kaset pita dulu yang agak low budget, tapi racun-nya Wake Up Iris! lebih manjur bikin saya keracunan untuk beli beli dan beli !
Pas liat rilisan fisik seolah dengar kakek tua berbisik :
Di masa kau terlahir, orang-orang dengan hidup sempurna tercontoh rapi di kotak dengan ukuran diagonal dalam inchi, bercahaya dan bersuara, menangkap dan menyiarkan pesan-pesan yang beragam rupa dan cara yang pada akhirnya tersimpulkan, beli beli beli beli beli dan beli.
Jika tidak mampu mengikutinya, maka terlemparlah kita di intipnya kasta yang berarti hina.
Kau terlahir, di masa maha, beli. *Pinjem lirik-nya Mas Farid ( FSTVLST ).
BELI ! BELI ! BELI !!!
Isi Album AUREOLE – Wake Up Iris!
Salah satu yang menyenangkan ketika koleksi rilisan fisik adalah mengamati dan punya banyak referensi seputar packaging, masing-masing band punya karakter packaging yang menurut saya bisa dibilang menjadi tolak ukur keseriusan mereka dalam mendistribusikan karya. Pendistribusian tersebut merepresentasikan pemikiran band / solois tersebut.
Yang menarik dari Album AUREOLE milik Wake Up Iris! ini adalah teks lirik lagu tidak tertulis dalam kertas yang dilampirkan di dalamnya, lirik dari tiap lagu-nya bisa dicek di official website mereka wakeupiris.com dengan cara kita scan barcode yang sudah dikemas menjadi sticker kecil. Ini sungguh memanfaatkan teknologi dalam pengkaryaan, nice !
Menarik sekali ketika pembeli / pendengar / pemilik album ini bisa ada interaksi dengan cara sederhana, scan barcode ! sungguh interaktif dan inspiratif, seperti pernah saya alami ketika nonton pameran ( lupa kapan dan event apa ) untuk bisa lihat map harus scan barcode dulu, interaktif !!!

Cukup sekian tulisan sederhana saya, semoga jumpa lagi di hari baik lainnya dengan Wake Up Iris! para pegiat musik dimanapun berada, semoga tetap guyub rukun dan tetap menyebarkan semangat baik ! Selamat menjalankan ibadah tour untuk Wake Up Iris! Semoga diberi kemudahan, diberi banyak cerita untuk diolah & dikemas menjadi album selanjutnya.

flayer yang mengantarku mendengarkan Wake Up Iris!-

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *