Coretan Mas Farid Stevy Asta di Gelaran Bienalle Jogja XIV

SELAMATHARIAIR – Setahun lalu saya berkunjung ke sebuah gelaran Biennale Jogja XIV bertempat di Jogja National Museum. Dalam kunjungan saya tersebut, berhenti di salah satu karya yang begitu absurd (menurut saya) yaitu karya vokalis band yang suka “Njathil” yang dulu adalah Jenny, kini adalah FSTVLST, sebut saja beliau Mas Farid Stevy Asta.

 Bienalle Jogja 2017 - Karya Farid Stevy Asta
Bienalle Jogja XIV

Cukup Selow dengan Karyanya

Nah, Bapak’nya Tun ( Mas Farid Stevy ) ini sering kali hadir dengan karya-karya selow nan ciamik dan menjadi kiblat oleh beberapa seniman lain terutama di kota-kota kecil ( salah satunya adalah Banjarnegara ). Teman-teman saya di Banjarnegara banyak yang mengidolakan beliau, mulai dari mendengarkan musiknya, mengadopsi font beliau, bahkan hingga menyingkat-nyingkat brand ataupun username ala-ala FRDSTVY dan FSTVLST. Bahkan di lingkup terdekat saya, di keluarga kecil Lantai Dasar ada Ikrik yang tak pernah absen perihal Jathilan bersama FSTVLST dan Ayun yang baru saja lolos di Gas Ide Lo bareng filosofikopi, konon juri yang memilih ya Bapaknya Tun ini.
Saya cukup selow untuk membaca tiap coretan yang ada di lorong JNM yang syarat dengan merah, hitam, putih dan biru, mungkin begitu juga dengan pengunjung lain di kala itu. Lagi-lagi saya cukup selow motret beberapa, walaupun ndak bisa ke potret semua. Yang terakhir ke-selow-an saya adalah menuliskan’nya di blog pribadi ini dan berusaha mention Bapaknya Tun biar baca tulisan yang selow ini.

45 Coretan Mas Farid Stevy di Bienalle Jogja XIV

1. Kuratore Edan

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Cukup menggelitik, ini kalau saya pribadi menafsirkan kalau kurator’nya begitu absurd hingga karya seperti ini akhirnya diloloskan. Hooh ora mas ?

2. Sudah Mabuk Minuman ditambah Mabuk Ciu

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Hahahahaaa, kalau ini pasti mabuk berat, soalnya sudah mabuk ketimpan ciu… Eh tapi ngomong-ngomong soal mabuk, sudah dengerin lagu “Orang Miskin Dilarang Mabuk” belum ?

3. Kamu Keluarin Dimana Tadi ?

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Pertanyaan dedek Gemes kepada mas’nya saat mlipir di kosan malam minggu. Sepertinya ini guyonan yang bisa jadi adalah fakta di kota-kota besar.

4. Mas Tolong di Revisi

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Mas Tolong di Revisi adalah curhatan mahasiswa baik tua maupun muda, ini sih sepertinya lebih cocok ke mahasiswa tua yang sudah jenuh dengan perihal revisi-revisian, karena sesungguhnya tak ada skripsi yang tak revisi.

5. Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Greneng Greneng Neng Mburi

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Adalah semboyan kawula muda yang nikah terlalu dini kemudian tak mampu mengarungi bahtera kehidupan yang begitu WOW ! akhirnya mereka memutuskan untuk Greneng Greneng Neng Mburi dengan memilih “Cerai” sebagai jalan yang mereka yakini.

6. Maaf Ya Mamaku Gak Suka Orang Gondrong

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Ini mewakili Gondrongers yang cintanya kandas gegara calon Mertua tak suka calon Menantu yang gondrong. Satu-satunya jalan yang bisa dilalui adalah berdamai dengan diri sendiri, potong rambut mengikhlaskan apa yang sudah dirawat sekian lama. Karena sejatinya kepercayaan itu susah untuk tumbuh lagi, kalau rambut mah gampang.

7. Jika Hanya Tersenyum Orang Gila Juga Bisa

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Tuh Mbak… jangan cuma disenyumin, mbok ya dilanjut ke jenjang yang lebih tinggi seperti layaknya pendidikan. Kalau cuma disenyumin gitu apa bedanya sama orang gila ?

8. Main Kuat Kerja Malas

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Main-main dahulu malas kerja kemudian ! Maka dari itu kerja keraslah dahulu untuk main ke tempat yang kau impikan.

9. Freelance Sebagai Penyamaran Pengangguran

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Ini adalah rahasia yang orang tua kita ndak boleh sampai tau. Hidup pekerja lepas / freelancer yang selalu dag dig dug takut gajian-nya delay oleh si peng-order.

10. Besok Ketemu Saya Untuk Laporan Progress Skripsi Ya

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Setelah revisi yang bertubi-tubi, maka kalimat ini adalah gerbang menuju revisi lagi, yang sabar ya sist… namanya juga calon sarjana

11. Rego Konco Yo Lik / Harga Teman Ya Om

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Sudah freelancer masih ditawar pula, gimana bisa lekas cukup tabungan untuk sewa tenda dan beli seperangkat alat sholat ?

12. Karena Memperbaiki Diri Itu Sulit dan Menunjuk Itu Gampang Mudah

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Adalah tentang mengkambing hitamkan untuk menuju diri sendiri yang lebih tinggi dibanding tetangga sebelah

13. Daripada Kerja Mengeluh Lebih Baik Pulang Kerja Melenguh

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Semua tentang kerja, apapun pekerjaan’nya kalau dijalani ya lumayan, bisa buat beli rokok dan uang bensin minimal lah

14. When The Said “Kejar Passionmu”

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Yo mari kita lihat siapa dulu yang bilang, kalau yang bilang saja masih dalam tahap perlu dilempari kalimat “kejar passionmu” lalu bagaimana ? ya cukup selow si, sama-sama tersesat tapi saling ngasih petunjuk.

15. Nikah Hedon Karena Gengsi

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Karena gengsi akan berpengaruh terhadap orkes dangdut mana yang akan disewa, makanan apa yang akan disajikan dan mau dekorasi ala kartun Frozen.

16. Centang Dua Biru Udah Gitu Aja

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Balada para pem-bribik yang kandas karena terlalu ceper, perlu kekuatan super untuk bisa legowo dengan kenyataan ini. Saranku si balik kanan terus gas !

17. Gusti Alloh Mboten Instagraman

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Berdoa panjang lebar di caption instagram boleh boleh saja, Gusti Alloh emang tak punya akun instagram, tapi ingat bahwasanya Gusti Alloh Maha Tau. Eh tapi yo mas/mba mending kalian berdoa dalam hati saja biar doa-mu nggak di copy-paste sama orang lain.

18. Yang Goblok Situ Yang Disalahin Micin

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Cuma sebagai ungkapan yang lebih halus, lah gimana to kalau misal ngumpat dengan kalimat “whoooooo dasar generasi Goblok!” kan terlalu sarkas, ini dikasih opsi dengan kalimat “dasar generasi micin!”

19. Satu Agama Kawan Beda Agama Lawan

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Jangankan Agama, lah beda bendera partai saja sudah lawan-lawanan, kan repot… kenapa tak berdamai saja ? bukankah kedamaian akan membawa kita pada ke-khusuk-an dalam beribadah ?

20. Postingan Biasa Biasa Saja Komennya Urusan Agama

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Yang maha netizen memang tak bisa dihindari, kita hanya bisa manut kersane netizen lalu kita hapus postingan untuk kedamaian yang lebih.

21. Tikung Kuasai Halalkan

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Adalah trilogi yang patut kalian kuasai, jika tak kau kuasai maka kau akan jadi korban per-tikung-an. Sebelum ter-tikung mending nembung ke calon Mertua saja, urusan sewa gedung dan lain-lain pikir nanti saja sambil freelance-an

22. Jimat Dilarang Dibawa Masuk Ruang Ujian

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Berlaku juga untuk yang seleksi CPNS atau cuma buat yang ujian skripsi saja ini ? plisss ada yang bisa bantu jawab ?

23. Good Looking Adalah Rasis Dalam Syarat Lamaran Pekerjaan

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Gembar-gembor anti rasis tapi nyatanya sangat dekat di kehidupan kita, lantas bagaimana harus menyikapi ini ? oke fix lanjut jadi tukang freelance saja biar ndak perlu good looking, yang penting good working, hahahaaaaiiiiiii.

24. Mbok Koyo SI Kae, Iso Dadi PNS, Nganggo Sandangan Apik

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Nggih Lik, ngenjang tak tumbas sandang, papan lan instagram sek saged Swipe Up !

25. Rapopo Rapodo

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Kalau sudah dewasa ya sudah bisa mengamalkan quote “Rapopo Rapodo” yang penting tetep berdampingan dan saling berdamai.

26. Merasa Sudah Pegang Kunci Surga

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Sungguh….. saya boleh pinjem kunci surga-nya ndak ? mau tak duplikat dulu ke tukang kunci, modal Rp. 5.000,- saja.

27. Putih Dadi Puteh / Nguyuh Dadi Nguyoh / Utang Dadi Lali

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Sering terjadi di kota-kota besar, bahkan mulai merambah menjadi trend di kota-kota kecil, dengan dalih pertemanan dan kawan se-tongkrongan.

28. Minggu Masuk Kerja

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Nah kan, sudah memilih jadi freelancer ya sudah ndak usah takut dengan bayang-bayang bisikan ghaib “minggu masuk kerja“. Malah bisa update story di pantai sambil nulis captionsenin libur, jangan lupa bahagia” adil kan ?

29. Minum Kopi Apa Ngurus SKCK Banyak Syarat

Mas pesen kopi dengan rasio satu banding empat, sama minta suhu-nya di 99 derajat celcius ya mas, terus nanti nunggu blooming 44,4 detik dulu baru dituang lagi. Oh iya mas sebelum saya order saya pengin tau ini ditanam di ketinggian berapa MDPL ya mas ? soalnya kalau ditanam dibawah 1 MDPL nanti rasanya asin, aku ga suka yang asin-asin.

30. Fotonya Cantik Kak, Tapi Pasti Lebih Cantik Kalau Pake Hijab

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Akun-akun BOT bermunculan, hati-hati banyak spammer.

31. Libur Adalah Kata Kerja

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Libur juga kerja kok, mari mari mari bekerja, bukankah kerja itu menyenangkan ? apalagi kalau libur ? kan makin menyenangkan….

32. Sandang Papan Instagram

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Sudah bersandang, sudah berpapan, apakah pagimu sudah instagraman ? kalau belum, kamu perlu sesegera mungkin snapgram-an, biar pagimu milenial.

33. Beli Harga Murah Berat di Ongkir

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Para pemerhati diskonan di online shop punya kendala, di ongkos kirim, sepertinya tawaran free ongkir lebih menjanjikan ya sist ?

34. Nganggo Duitmu Sek Yo

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Adalah kalimat yang sering muncul di tongkrongan anak-anak kuliahan, sering terjadi di burjo, di kantin kampus dan di rangkaian acara jalan-jalan. Siapa yang pernah ngomong “nganggo duitmu sek yo” dan sampai saat ini belum nglunasi itu ? ayo ndang otewe transfer ke temenmu yang mbok pinjem uang’nya.

35. Tangi Mruput Bablas Buruh Lali Ora Sikatan

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Pekerja keras mengabdi pada apa yang dikerjakan hingga tak memikirkan diri sendiri, kesehatan bisa dikesampingkan demi tugas tugas tugas dan tugas yang harus dikerjakan.

36. Tugas Kelompok Rasa Tugas Individu

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Menjadi orang pandai di sebuah kelompok adalah posisi yang cukup kurang aman, iya ga sih ?

37. Aku Hamil Mas

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Setelah pertanyaan “kamu keluarin dimana tadi?” beberapa bulan setelahnya ada whatsapp yang nyeremin-nya lebih dari uji nyali di rumah angker. Tiga kata bikin frustasi mungkin…

38. Pengen Semangat Kerjo, Akehono Utangmu

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Kalau ada temen yang ga semangat kerja, ini solusi ! Sejatinya untuk mendapatkan kebahagiaan adalah dengan menempuh masalah. Setiap masalah ada penyelesaian, setelah selesai, muncul masalah baru, selesaikan, temukan masalah baru, hingga kita besar dari masalah dan penyelesaian masalah.

39. Kerja Superman Gaji Supermi

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Gaji tak seimbang dengan apa yang dikerjakan, tapi tetep stay di situ ? ya sudah ndak usah ngeluh…

40. Belum Sarjana Dirasani Tonggo, Sudah Sarjana Belum Dapet Kerja Dirasani Tonggo

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Hidup bertetangga memang gampang-gampang sulit, butuh tenaga dan kesabaran ekstra, mungkin juga butuh buku dengan judul “sebuah seni untuk bersikap bodo amat” sebagai media bacaan, biar lebih selow menghadapi tetangga.

41. Kiri Dikit Dibilang Komunis

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Susah nih… nanti parkir motor pake standart satu, miring kiri dibilang komunis, terus ambil jalur kiri dibilang komunis, pake jam tangan di kiri dibilang komunis, baca buku dari kiri dari kiri dibilang komunis seperti di lagu-nya Jason Ranti “Bahaya Komunis”.

42. Tak Ada Skripsi yang Tak Revisi

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Sesungguhnya revisi adalah “default” dari sebuah proses penggarapan SKRIPSI. Jadi kalian ndak perlu khawatir dan mengeluh perihal tersebut.

43. Sory Dompetku Ketinggalan

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Duh, ini yang pura-pura mau traktir tiba-tiba pas mau balik mengeluarkan jurus tiga kata… Beda tipis sama jurus “Nganggo Duitmu Sek Yo”.

44. Tethering Bentar Dong – Lalu Youtube-an

Bienalle Jogja - Farid Stevy Asta
Wah… kalau yang satu ini kurang bersyukur orangnya, ngelunjak, lah sudah dikasih tethering malah youtubean, ibarat di kasih hati malah minta sekalian sama ampela & ususnya.

45. September Ceria, Oktober Diambil OrangBienalle Jogja - Farid Stevy Asta

Kisah sedih para pejuang cinta, biasanya kalauh start sama yang berani bilang ke orang tua duluan.

3 Comments

  1. Pingback: Cara Membuat Sticker Sendiri di Whatsapp - selamathariair.com

  2. keo nha cai

    It is common to obtain the ornamental painting and sculptures with shapes depicting a
    unique mixture of different aspects of the artist’s religious,
    physical and cultural background. A vector path, regardless of
    what the twists and turns are, could be more elastic and scalable.
    Matisse also took over as the king of the Fauvism and was famous in the art circle.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *